![]() |
| Sound Sisingaan yang membawa korban 3 orang tewas dan dua orang kuka saat menyentuh kawat listrik di Desa Mekarmukti Kecamatan Cikarang Utara Kabupaten Bekasi, Sabtu 2 Juni 2026.(foto: ist) |
BEKASI - Kegiatan hiburan rakyat Sisingaan yang berlangsung di Kampung Cibeureum RT 03/03, Desa Mekarmukti, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, berakhir tragis.
Tiga orang meninggal dunia dan dua lainnya mengalami luka bakar setelah tersengat aliran listrik saat mengoperasikan gerobak sound system, Selasa (2/6/2026).
Peristiwa nahas tersebut terjadi ketika rombongan Sisingaan hendak melanjutkan perjalanan usai beristirahat. Berdasarkan informasi awal, salah seorang personel yang berada di atas gerobak sound system diduga mencoba mengangkat kabel listrik milik PLN yang melintang di jalur arak-arakan.
Namun nahas, korban justru tersengat aliran listrik bertegangan tinggi. Arus listrik kemudian diduga merambat melalui konstruksi gerobak sound system yang terbuat dari besi dan mengenai sejumlah orang yang berada di sekitarnya.
Akibat kejadian itu, tiga orang dinyatakan meninggal dunia. Mereka adalah Galang (18), warga Kampung Ciwera, Desa Gambarsari, Kecamatan Pagaden, Kabupaten Subang; Juhan (20), warga Kampung Pasircabe, Desa Pagaden, Kecamatan Pagaden, Kabupaten Subang; serta Rinto (29), warga Kabupaten Subang.
Sementara dua korban lainnya mengalami luka bakar dan langsung dilarikan ke RS Radjak Cibeureum untuk mendapatkan perawatan intensif.
Mereka adalah Rizal (18), yang mengalami luka bakar pada bagian kaki, serta Rizki Maulana (22), yang mengalami luka bakar pada kaki dan kepala.
Kapolres Metro Bekasi turut menjenguk para korban yang menjalani perawatan di rumah sakit.
Kunjungan tersebut dilakukan sebagai bentuk perhatian dan dukungan kepada korban serta keluarga yang terdampak musibah tersebut. Kapolres juga memastikan para korban mendapatkan penanganan medis secara optimal.
Di lokasi kejadian, petugas kepolisian langsung melakukan serangkaian langkah penyelidikan. Kanit Reskrim Polsek Cikarang Utara AKP Wahyudi, S.H., bersama IPTU Hendar selaku Perwira Pengendali dan personel piket fungsi melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), memasang garis polisi, serta meminta keterangan dari sejumlah saksi.
"Tim Inafis Polres Metro Bekasi juga telah melakukan olah TKP untuk mengumpulkan petunjuk dan bukti awal di lokasi kejadian," ujar AKP Wahyudi.
Sejumlah saksi yang telah dimintai keterangan antara lain Ujang Pele, Pitung, Mulyana, Sarbat selaku anggota Linmas, Arif sebagai penanggung jawab hajatan, serta Engkin yang menjabat Kepala Dusun 3.
Hingga kini, penyebab pasti insiden maut tersebut masih dalam penyelidikan. Dugaan sementara mengarah pada sengatan listrik dari jaringan kabel yang berada di sekitar lokasi kegiatan.
Polisi masih mendalami keterangan para saksi dan hasil olah TKP guna mengungkap secara utuh kronologi kejadian yang merenggut tiga nyawa tersebut.(sigit)
