Maulid Nabi dan Doa Bersama Majelis ASTACITA, Jaga dan Rawat Jabar untuk Wujudkan Astacita

Maulid Nabi Muhammad SAW dan Dzikir Kemerdekaan bertema “Jaga dan Rawat Jabar Wujudkan ASTACITA” di Desa Sumurgede, Kecamatan Cilamaya Kulon, Kabupaten Karawang, Kamis (3/9/2026).

KARAWANG – Majelis ASTACITA menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan Dzikir Kemerdekaan bertema “Jaga dan Rawat Jabar Wujudkan ASTACITA” di Desa Sumurgede, Kecamatan Cilamaya Kulon, Kabupaten Karawang, Kamis (3/9/2026). Kegiatan tersebut menjadi ajakan kepada masyarakat untuk memperkuat nilai keagamaan, kebersamaan, serta merawat kemerdekaan dengan menjaga keamanan dan ketertiban.

Kegiatan Maulid Nabi di Karawang tersebut diikuti ratusan peserta dari berbagai kalangan, mulai dari petani, guru, santri, ibu-ibu, tokoh agama, hingga masyarakat umum.

Rangkaian acara diawali dengan pengiriman doa bagi para pahlawan dan leluhur yang telah berjasa bagi bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Selanjutnya, peserta mengikuti pembacaan maulid, dzikir, doa bersama, serta tausiah agama.

Ketua Panitia Pelaksana, Ustadz Ahmad Kamil, mengatakan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW menjadi momentum untuk mengingat perjuangan Rasulullah sekaligus meneladani kepribadiannya dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

“Ini momen yang baik untuk mendoakan bangsa dan negara kita, khususnya para pemimpin kita agar bisa memimpin dengan baik dan lancar,” ujar Ustadz Ahmad Kamil.

Ia juga mengajak masyarakat untuk ikut merawat kemerdekaan dengan menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan masing-masing.

“Menjaga ketertiban lingkungan bukan hanya tanggung jawab kepolisian saja, tapi juga kewajiban kita semua,” ujarnya.

Sementara itu, KH. Ahmad Muhsin Alhafidz dalam tausiahnya menyampaikan bahwa peringatan Maulid Nabi merupakan salah satu bentuk rasa syukur atas karunia Allah SWT kepada umat manusia melalui kehadiran Nabi Muhammad SAW.

“Karunia terbesar umat manusia adalah adanya Nabi Muhammad yang hadir sebagai wasilah atau perantara antara kasih sayang Allah dengan kita semua,” ungkapnya.

KH. Ahmad Muhsin Alhafidz juga berpesan kepada jemaah agar menjaga dan merawat kemerdekaan yang telah diperjuangkan para pahlawan dengan menghindari kegiatan yang berpotensi menimbulkan kerusuhan dan mengganggu ketertiban.

“Jangan ikut dalam gerakan-gerakan yang dapat menimbulkan kerusuhan. Kemerdekaan yang sudah diperjuangkan oleh para pahlawan jangan dirusak oleh kita sendiri,” tuturnya. (*)